Apakah kau disana terlelap dalam sepi dan kesendirian? Setiap hari yang kita lalui berdua harus terpisah beberapa waktu, demi buah cinta kita yang akan hadir di dunia ini. Terkadang aku tak bisa memejamkan mata, merindukan hadirmu disisiku, mengecup lembut keningku menuju peraduan, berbagi cerita sampai kita terlelap.
Apakah kau disana Seceria hari kemarin? Setiap pagi tanganku mengaduk segelas minuman untukmu, menyajikan makan untuk kita nikmati bersama, tertawa menikmati acara televisi, bahkan berteriak ketika menonton pertandingan bola. Terkadang aku enggan menyalakan televisi karena tanpamu rasanya tidak ada acara yang menarik. Kerinduan bahkan terkadang menyesakkan dada, tetapi demi buah cinta kita, kerinduan harus terus terpendam.
Entah berapa ribu kali kita mengucapkan kata SAYANG dalam setiap huruf yang terkirim atau suara yang terdengar, tapi kerinduan ini semakin memuncak, kerinduan dekat denganmu, menikmati pagi, siang dan malam indah kita bersama.
Apakah kau di sana merasakan hal yang sama denganku? Mungkin semua ini hanyalah pertanyaan retorika yang tak perlu jawaban, karena kita adalah satu yang memiliki rasa yang sama, kerinduan yang sama, karena kita adalah SATU CINTA yang abadi.
Karena aku sangat merindukanmu, kamu yang mengikat hatiku, yang memberikan nyawa di dalam rahimku. Kamu Suamiku yang selalu ada dalam hidupku. I Miss You.Karena aku tahu Tuhan memberi kita kekuatan untuk tetap tersenyum meski harus terbentang jarak selama beberapa waktu.
Dalam kerinduanku yang tak mampu untuk kuungkapkan dengan semua kata ini. I LOVE YOU MY HUSBAND



