Sungai terkecil di sudut matamu membuatku ingin memelukmu dan berkata “maafkan aku”, tapi terlalu sulit bagiku untuk mengucapkannya. Waktu berlalu begitu saja, dan hanya aliran-aliran kecil yang selalu mengalir disana.
Aku mencoba menyentuhmu dalam hembusan nafas alam yang membawamu jauh ke dalam perut bumi. Meraih kembali aliran bening yang dahulu pernah mengalir disana.
“ahhhhh.. masihkah mengalir….? aku rindu memelukmu dan berkata “maafkan aku…” tapi aku tau ini hanyalah mimpi yang tak mungkin untuk kuraih.
Waktu semakin mendekat untuk menyeka kembali air sungai yang pernah mengalir disudut matamu… dulu.. dulu ketika aku belum berdiri di detik ini…
menyeka dalam bayangan keindahanmu dimasa lalu, yang terus hadir di dalam hidupku sampai detik ini……
Disudut matamu pernah mengalir sungai-sungai kecil yang tak kering karena sikapku, karena ketidakacuhanku, bahkan karena tak mendegar nasihatmu…
Aku tau kerinduanku ini tak mampu untuk kulepaskan… entah… aku menanti.. menanti dimana hari seharusnya kita tertawa bersama berjalan bersama dan saling berpelukan dalam cinta yang indah.
tapi kau jauh ditelan perut bumi…..
jiwamu pergi berpeluk bersama damai dan keindahan…
tapi aku selalu merindukanku….
2 hari menuju 28 Oktober 2010..
Mama I miss u forever, rasanya ingin selalu memelukmu.. meski hanya dalam hayalanku……
masih selalu merindukan Alm. Ibunda yang lahir bertepatan dengan hari sumpah pemuda