Dalam rangkaian huruf dan kata kau melukis
Entah tentang hidup dan agama
Mengingat Sang Pencipta dan sang debu yang bernafas
Antara kelembutan dan kekerasan tetap bersemayam di rumahmu
Rumah maya dalam hidup nyata
Untuk sang lelaki dan wanita
Menembus Ruang hati dalam sujud kepada Sang Khalik
Menyusup dalam tenang nafas jiwa
Usup Supriyadi tak mengeluh
Untuk satu ruang meski tak terjamah
Karena jari jemarimu menari bukan untuk mencari sensasi atau promosi
Demi Sujud Hati dari Sang Pencipta
Nikmat terukir bagi sahabat
Meski Tubuh dan usiamu muda
Tapi jari jemarimu menangis untuk ketidakbenaran
Kalimatmu untuk kembali kepada sang Khalik
Engkau Usup Supriyadi.. Tak perlu lelah
Puisi ini di buat untuk memeriahkan hajatan Usup Supriyadi dalam rangka Menulis Puisi “Kepada Usup Supriyadi”