Archive for the Category »Social «

DPR dipijat Rakyat Jelata

Bapak Ibu DPR terhormat akan SPA di gedung  baru seharga Rp 1,168 triliun…..!

Ha…..?

SPA….?  Apa itu…???

SPA = Solus Per Aqua , artinya terapi air, tetapi SPA telah berkembang, dan jika kita memasuki Ruang SPA, maka yang akan di dapatkan adalah terapi untuk pijat seluruh badan, luluran/body scrub, masker pemutih, terapi dengan  musik, aromatherapy, mandi susu/mandi aromatherapy dan snack berupa kue-kue dan minum jahe hangat atau teh panas.

Jadi….

SPA adalah tempat kecantikan, perawatan tubuh, kesehatan, kebugaran dan kenyamanan.

Pantaskah Bapak/ Ibu Anggota DPR yang terhormat ini diberi fasilitas SPA???

Sangat Tidak Pantas……… more…

Luar Dalam

Wajahnya begitu tampan, bersih menggunakan celana jeans bermerk dengan harga  diatas  300 ribu, kemeja bermerk berharga diatas 300 rb juga dan sepatu  sport berwarna putih berharga diatas 500 rb.

Jacket berbahan kaos berwarna putih sedikit kotor dibagian lengannya, tetapi nampak sekali harganya mahal.

“mbak.. Kemana…?” tanya lelaki itu dengan senyuman yang cukup manis. more…

The Leader : Lantang Menantang Lawan

for whom a leader? from whom a leader? where a leader?
loud voices challenging opponent, partying, dancing and singing, for the sake of silent’s seats . the street voice whispering sounded throughout the earth, for the sake of food andRp. 20000, but the eyes were closed and pretend to be blind, ears closed and pretended deafness. We are looking for what?
============================================

Pakaian-pakaian bergambarkan calon-calon pemimpin daerah bertebaran dimana-mana, pengemis di jalanan memakai pakain barunya dengan angka-angka berukirkan wajah-wajah calon pemimpin. Di malam hari pemulung mengorek-ngorek tong sampah memakai baju bergambar sang calon pemimpin. Beca-beca dihiasi dengan penutup gambar sang calon penumpang.

Jalanan sudah ditaburi dengan kertas-kertas berwajah sang calon pemimpin, dan kekesalan muncul di wajahku ketika 3 gulungan kertas berisi stiker, kertas dan profil sang calon pemimpin dilempar begitu saja ke dalam beca yang kutumpangi, tepat mengenai HP yang sedang kupegang, *brakkkkkk*, terpelanting di lantai beca, “syukur” tidak berserakan ke jalanan, maka pastilah sudah tak terpakai lagi.

sesekali kudengar ada bisikan entah benar atau tidak, Rp. 20.000 sudah ikut uang makan siang. Biarkan saja hati mereka yang mengerti apa itu. dan sekali juga aku mendengar, kami ditawari Rp. 20000, tapi di kasih makan siang. more…