Cermin Berhikmah

Setiap hari di Sekolahku…..

“wass..wuss..wess..wosss.” terdengar suara orang-orang berbisik setiap kali aku melewati jalan menuju ruang kelasku. Kepalaku tertunduk dan sesekali kuberikan senyuman kepada mereka yang memandangku aneh dan sedikit sinis.

“fuihhhh..” ada yang meludah tepat di ujung sepatuku yang warnanya tak lagi hitam, tetapi sudah abu-abu kusam termakan oleh waktu, dan kubersihkan dengan sisa potongan kertas yang kugenggam sejak dari gerbang sekolah. Sampah yang mungkin dibuang tidak sengaja oleh salah seorang murid.

“hey… Lihat perempuan gundul itu sudah datang !.. Ha…ha…ha..ha..ha…..” gerai tawa anak-anak berseragam abu-abu menyambutku di pintu kelas.

“sudah gundul..sepatunya butut…kesekolah aja jalan kaki..! ha..ha…ha..ha” celotehan dan gelak tawa mereka semakin riuh tak karuan berputar bergantian di sekelilingku.

“Ini Anugerah……” bisikku pada diri sendiri sembari memandang diriku di dalam cermin berukuran 1,5 m x 0,5 m yang terpaku kokoh di samping pintu kamarku, sembari mengingat semua kejadian yang sudah seperti makanan sehari-hari untukku.

“Nak….bersyukurlah untuk nafas, setiap detik yang masih tersedia untukmu, karena semua itulah Anugerah yang Indah” Begitulah Bunda selalu memelukku di depan cermin ini dan menunjukkan cara tersenyum yang tulus penuh syukur untuk kehidupan. Dan cermin itu masih berdiri tegak di sini, meski Bunda sudah Tenang di Sana.

“Semangat….!” kataku kepada diri sendiri dan menatap senyuman yang tak bisa kubendung untuk berhenti. Tak bisa kupandang Wajah marah, benci ataupun kecewa dengan penampilan ini.

“Ahh.. sangat Sempurna dan Indah…” Aku bergumam, mensyukuri apa yang Tuhan berikan ini adalah indah dan tak bercela.

“Masih tetep geulis atuh Naya mah…..” Nenek memelukku dengan penuh cinta. Dialah satu-satunya yang masih kumiliki, yang selalu penuh kelembutan membimbingku tentang arti bersyukur dan bersabar penuh ketulusan. Bekerja Keras menyekolahkanku dengan membuat kue, yang setiap hari kubawa berkeliling Kampung sepulang Sekolah dan sehabis mengerjakan PR dari guru. Nenek berusaha sekuat tenaga membiayaiku untuk belajar di sekolah Bergengsi itu yang terkenal dengan disiplin belajarnya.

Empat hari yang lalu , Dua minggu menjelang Ujian Nasional. Fanny, Anak paling kaya di sekolah kami, yang selalu menghadangku, menghina dan mencela semua kekuranganku mengalami kemalangan. Pesawat yang ditumpangi Kedua orang tuanya Meledak dan menewaskan semua penumpang.

Sampai Detik Ini, kutemani kesepiannya dengan senyuman, tidak ada keluarga yang datang menjenguknya setelah pemakaman itu, Kecuali Mbah Asih yang sudah lama ikut dengan keluarga mereka.

“Coba lihat Fan, Lihat matamu yang tak bercahaya…” Kataku kepadanya, aku selalu mengajaknya untuk melihat kedalam cermin itu.

“senyum donk fan… Sedikiiiiittt aja” kataku lagi, dan menunjukkan senyumanku kepadanya. Dia hanya terpaku jauh menatap ke dalam cermin itu, tak bergeming dan tak bersuara.

“Dulu Bundaku Pernah berkata……Seberat Apapun kehidupan, harus dijalani dengan senyuman…” Kali ini kupeluk di dengan penuh kasih sayang. Aku bisa melihat Tetesan air mengalir dari kedua mata, dan kubiarkan dia menangis tersedak, melepaskan semua bebannya di depan cermin itu.

“Dan kata Bundaku, Jika ingin menangis.. menangislah sepuasnya, setelah itu tersenyumlah dengan Ikhlas, karena Besok masih panjang dan penuh harapan…” Kataku setengah berbisik.

Fanny sudah memuaskan semua bebannya dengan tangisan.
“Nay…..Kau begitu cantik..!… maafkan sikapku selama ini…” katanya sambil memelukku. Kemudian dia tersenyum, manis dan Indah sekali di depan cermin itu, di belainya Wajah Ayu di depan cermin itu dengan ujung jemari telunjuknya.

“nay….Terima kasih untuk cerminmu.. cermin yang penuh hikmah….” kali ini senyumnya begitu tulus dan penuh keikhlasan.

“Jika kau sedih, marah atau kecewa, pandanglah dirimu di cermin ini Fan…, dan kau akan tahu dia tak pernah berdusta tentang apa dan siapa dirimu” kataku, dan kugenggam kedua tangannya.

Cerita ini Hanyalah Fiktif belaka, tetapi selalu ada hikmah di balik cerita kehidupan:
1. Bersyukurlah untuk nafas dan kehidupan yang masih Tuhan Berikan
2. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan
3. Pikirkanlah hal-hal yang positif untuk memberi energi positif
4. Belajar adalah tanggungjawab yang tak boleh disia-siakan. So.. jangan melas mengerjakan PR ya
5. Senyum selalu membawa berkah
6. Hiburlah orang yang bersedih dan berkemalangan
7. Berbagilah kebahagiaan dengan orang lain
8. Kenali diri sendiri sebelum menilai orang lain, karena cela orang bisa kita lihat, tetapi cela kita tidak bisa kita lihat
9. Takdir dan Nyawa itu milik Tuhan
10. Semua cerita kehidupan itu adalah Cermin Berhikmah
11. Menangis bukanlah dosa,menangis bukanlah kekanak-kanakan, menangislah untuk melepaskan beban, setelah itu jalani semua dengan senyuman
12. Jangan Suka Bergosip, Merendahkan dan Sombong
14. Memaafkanlah dan jangan takut untuk meminta maaf
15. Ketulusan adalah hal Utama dalam Hidup
16. Hidup ini tak boleh menyerah dan harus dijalani dengan semangat.
17. Ingatlah selalu kasih sayang dan nasihat orang tua

Akhirnya inilah Fiksi terakhir di Blog saya dalam rangka memeriahkan KONTES UNGGULAN CERMIN BERHIKMAH Sampai dengan tanggal 31 Januari 2011

Nantikan Fiksi lainnya bukan dalam rangka apa-apa, tetapi hanya dalam rangka saya memang ingin update Blog dan juga ingin berbagi dengan sahabat.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
47 Responses
  1. mauna says:

    Subhanallah, cerita merakyat yang syarat akan hikmah… . salam hangat kembali buat mbak lely… .

  2. chocoVanilla says:

    Lely yang baiiikk…..

    Semoga berkenan menerima award dari saya ini yaa….

    Makasiy….

  3. fitr4y says:

    pagi2 dah dapat hikmah .. trims mbak .. :)

  4. julie says:

    lho harusnya ini yang menang
    *asisten juri*

  5. Prima says:

    Mbak Jum… cuma mau kasih kabar: ada PR buat mbak Jumi di blog saya, wkakakaka…. *jelas2 nih orang lagi banyak PR, ditimpuk PR baru! :D

  6. [...] Mbak Jumi, yang selalu setia dengan nasihat dan kritiknya yang [...]

  7. bangauputih says:

    pasti lg busy banget yah mba lel,
    selamat menjalankan tugas dari pakDhe ajah
    yang smangat mba!!!

  8. dina says:

    sedihnya dan penuh hikmah , mantap deh tulisannya bu Juri ;)

  9. zee says:

    Ceritanya bikin sedih nih, terutama karena peristiwa pesawat jatuh itu.

  10. Hi Mba Lely, salam kenal. Sebelumnya thanks loh dah mampir ke blog keluargazulfadhli. Hehehe, monggo loh kalo mo meramaikan kuis kami. Ditunggu sekali partisi-sapinya :-)

    Btw semoga sukses yah dalam kontes unggulan cermin berhikmahnya BlogCamp.

    Ceritanya bagus. Bener, roda pasti berputar, dan seperti itulah kehidupan.

    Ditunggu Mba cerpen2 lainnya

    Salam dari Zahia buat AUnty Lely

  11. Kakaakin says:

    Hingga kini masih saja banyak orang yang suka mencela orang lain, padahal belum tentu dia lebih baik…

  12. aryadevi says:

    mba dengan sekian banyak artikel yang mesti disaring dan diuji untuk menentukan nominasi. Apa perlu bantuan ?

  13. melly says:

    Ibu Lely jago bgt bikin cerita fiksi.
    btw apa kabar bu?

  14. nDaru says:

    hidup seperti roda

  15. sedjatee says:

    Sob, ada lanjutan kisah Dasrun disini
    http://sedjatee.wordpress.com/2011/01/31/dasrun-lunasi-atau-pergi/
    silakan dicermati
    salam sukses..

    sedj

  16. nia/mama ina says:

    wahhhh ceritanya keren-keren…..pengen dech kayak mbak lely yg jago bikin cerita fiksi, jago nulis, jago memainkan kata-kata……

    wah kontesnya berakhir hari ini yach mbak…pasti jurinya bingung menentukan pemenangnya secara pesertanya banyak banget dan bagus2 heheh….

  17. mamah Aline says:

    roda dunia selalu berputar, ketika kaya orang lupa dan menghina si miskin, saat duka lara tak ada teman sejati yang menghibur.hanya ada si miskin, orang yang pernah dihinanya.
    rata-rata begitu sifat manusia….

  18. nchie says:

    eh..Bu juri ikutan juga yah..hihi..
    waah hikmahnya itu loh..
    puanjaaang ..
    tapi setuju sekali,
    makanya inga..inga pesen bu juri yaa..jangan suka bergosip,merendahkan dan sombong,..

  19. Assalaamu’alaikum Jumialely….

    Kisah fiksi yang menyentuh hati. Bijak menangani masalah dan kesedihan dengan mengingati pesan bunda dan nenek yang selalu berbangga dengan ketabahan cucunya. Berbanggalah kalau punya kekuatan demikian, malah bisa menjadi teladan untuk membantu teman yang ditimpa musibah.

    saya sangat terkesan dengan kisah semangat hebat seperti ini. semoga sukses selalu.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

  20. budiarnaya says:

    Saya kira Cerita mini, tapi saya bener belajar membuat cermin disini, semuanya penuh hikmah untuk dihayati

  21. TuSuda says:

    ya, apapun yang dialami, pasti memberikan hikmah yang sangat berarti bagi kehidupan yang lebih baik lagi..
    SALAM hangat dari Kendari… :)

  22. Batu says:

    hmm… cerita yg bagus…
    hikmah no.4. jangan malas mengerjakan PR..
    errr…. #takbisaberkataapaapa

  23. Prima says:

    weis….. judul ma lomba matching buuu….

    intinya selalu optimis ya mbak…selalu ada jalan, selalu dan selalu..semangat!

  24. BP-BIO says:

    Selamat malam ..
    sukses untuk kontesnya …
    semoga menang …
    salam dari Kalimantan Tengah.

  25. nh18 says:

    Apa kabar Ibu Juri …

    Seratus Enam Belas Fiksi sajah …

    Hahahaha …

    Bisa begadang berhari-hari nih …

    Selamat bekerja Bu Juri
    Jaga kesehatan

    Salam saya

  26. usagi says:

    he…he…he…he..he.
    aloha ibu juri..
    mengunjungi mu di sore hari..

    gak ada yang salah dengan menangis ya..
    kadang abis nangis jadi berasa lega ya..
    lebih tenang.. :)

  27. marsudiyanto says:

    Untung aja cerita ini nggak ikut Kontes…
    Kalau ikutan, tamatlah saya…
    Hikmahnya sampai 17… :D
    Brrrr……

  28. ysalma says:

    cerita penuh hikmah luar biasa,,
    selalu ada maksud dari setiap kejadian..
    dan semuanya hanya titipan, cara kita menerima dan memanfaatkannya yang membuatnya berbeda..
    Salam..

  29. gayahidup says:

    cermin kehidupan ada dimana2, jika kita mau mengakui semua kekurangan kita.

    senyuman adalah obat terbaik bagi jiwa yg terluka ya Mbak Lely cantik :)
    luv u……….

    salam

  30. apapun dan bagaimanapun kehidupan yg harus kita jalani, semuanya adalah karuniaNYA, yg patut terus menerus dsyukuri ya , Mbak Lely sayang……….
    (peluk sayang)
    salam

  31. bangauputih says:

    met hari Jum’at yang cerah mba lely.
    dari kemaren2 pengen komen tapi gagal mlulu yah.
    emang PakDhe kebangetan klo bukan mba yang jadi jurinya KUCB. hbs jago bgt sih nulis fiksi. pengen blajar banyak dari mba, :-)
    salam hangat…

  32. Elsa says:

    kereeen
    cerita yang ini kekuatannya ada pada tipsnya yang begitu banyak!!!
    hehee

  33. MBak….

    Jadi pingin dipeluk….

    Persis apa kata Bunda Hani..
    “selalu tersenyum dan syukuri apapun keadaan kita, maka jangan heran kalau kita kanmenjadi keluarga paling bahagia di kampung ini, meski tak punya sawa, tak punya sapi ” hehehehheh

    Serius….

    AMpe menitikkan air mata….

  34. Abi Sabila says:

    sabar, syukur dan ikhlas, tidak mudah namun bukan pula hal yang mustahil, jika kita mau mengusahakannya. inysa Allah.

  35. sebuah hikmah yang menyejukkan hati kak…
    jangan mudah meledek orang lain,,siapa tau dia lebih baik dari kita…

  36. Humberqu says:

    Salam Gowes
    Pedal terkayuh bukan terpaksa, namun berputar kontinyu untuk mencari hikmah. Singgah dari satu pintu ke pintu lain untuk mencari berkah.Melalui cermin kucoba mencari hikmah
    Salam Gowes Humberqu

  37. Wah, gak dapat posisi PERTAMAX nih… :(

    Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  38. yustha tt says:

    ambil nomor dl…
    ngantuk bgt…
    met malem mb…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>