Perpisahan di tahun 2006 itu menghancurkan semangatku, Sakit. Lima tahun berlalu seperti angin tanpa bekas. Dia, wanita yang kuanggap sahabat telah menghancurkan kisah kita. Meskipun kau tak pernah mengakuinya. Coba memaafkanmu, tapi hatiku semakin teriris, sakit sekali.
Sore itu disebuah restoran tanpamu, sebuah SMS perkenalan membawaku ke dunia yang berbeda. Aku tidak mengenal wajahnya, tapi dia menemani hari-hariku dalam tawa dan senyum, menenggelamkan sepiku dalam setiap desahan nafas dan suaranya. Meski terkadang hari-hariku masih dihantui oleh wajah dan bayanganmu. Sesekali Kau masih saja mencoba hadir di hadapanku, hanya membuatku terluka, dan semakin sakit ketika terucap kata bahwa tak ada wanita seperti aku, tak ada wanita lebih baik dari aku.
Rasa sakit yang menyesakkan seluruh dadaku, mengiris setiap detak nadiku perlahan terobati dengan kehadirannya, walau hanya desah nafas dan suara. Aliran cinta mencoba masuk dalam darahku, membawaku terbang dari lubang kesakitan. Kesejukan merasuk keseluruh tubuhku, menghangatkan kebekuan hati.
Tapi, dia menghilang begitu saja, tanpa kata perpisahan. Pergi dariku dan meninggalkanku. Ratusan pesan dan dering dari ponselku terabaikan begitu saja. Aku marah entah kepada siapa, sayatan rasa sakit terulang kembali, jiwaku berteriak meremukkan semua kelembutan di dalam hati.
Bertahun kulalui dengan seribu cerita dan lukanya, kebencian amarah, kegagalan dan gejolak rasa. Bayanganmu masih selalu hadir, mencoba meraihku dalam cinta dan aku tau wanita itu masih ada di dekatmu, meski tetap saja kau katakan akulah yang terbaik diantara semua wanita yang ada. Sakit yang menghimpit setiap detak jantungku tak mau hilang .
Aku berlutut berdoa menangis kepada Tuhan, berderai air mata memohon hati yang memaafkan. ingin lepas dari amarah, kebencian dan belenggu dendam cinta yang mengaliri darah, nafas dan jantungku. Dan Tuhan menjawab doaku, dia yang pergi tanpa kata perpisahan hadir kembali, mengisi kekosongan jiwaku meski hanya desah nafas dan suara. Perpisahan itu bukan tanpa alasan sehingga dia tak berani membalas pesan atau dering teleponku. Kecelakaan membuatnya takut ingkar janji untuk datang menjemputku.
Di Bandara, aku menantinya dengan degup jantung tak menenti, dia datang, tersenyum, menggenggam jemariku. Desah nafas dan suara itu bukan lagi sebuah mimpi. Penantian panjang mempertemukan aku dan dia. Ya… dia yang mengisi kekosongan jiwa, memberi semangat dan kehangatan. meski banyak luka di hatiku, dia mengerti akan rasa itu
Januari 2010 kau datang dengan selembar kertas berwarna merah. Degub jantung masih menyimpan kenangan dan kecewa, Sebuah Undangan Pernikahan pertemuan kita, dan benar bersama wanita itu, ya.. wanita yang kuanggap sahabat. Permohonan restu dan maaf terucap, ada derai air di matamu. Terucap kata di bibirku ”Jadilah suami yang baik, aku merestui dan memaafkanmu”, kupegang bahumu dan masih terucap ”jadilah suami yang baik, menikahlah sampai kakek nenek”. Aku kuat, dan telah memaafkanmu. Semua rasa sakit luka dan rasa dihianati hilang, Maaf itu telah kuberi dengan penuh keikhlasan.
Kini hanya dia yang hadir memenuhi seluruh relung sukmaku. Tawa, kehangatan dan cintanya. Aku tak bisa lagi membagi cintaku denganmu. Sepenuhnya adalah miliknya. Satu hari dia akan datang kembali menjemputku dengan senyum, meniti masa depan., menggenggam jemariku dan tersenyum menatap mentari. Satu hari yang telah aku dan dia nantikan untuk diraih. Semoga.
Cerita ini ditulis untuk memeriahkan hajatan Agustus di Ceritaeka



masa depan yang cerah menanti ya Mbak Lely, tanpa hrs selalu berpaling ke masa lalu .
Semoga beruntung di acaranya Eka ini,amin
salam
koq gak ada komenku di sini apa udah old ya lel
cok kutengok lagi ahh
adanya ishhhhh…. cuman udah old dia.. wakakakaakaka
udah tua jull…
aku tanggal 7 ke jakarta julll
jadi kopdar kita?
bah…. kalo bisa, nanti aku kabari lah jul. ada kegiatan di sana
komen ku ditelan satspam…
dah tak lepasin mas
maap.. satpamnya puasa
sepertinya berbakat juga, ngeliat ceritanya sepertinya pernah ngalamin juga…
hhhmmm berat dah baca prosa ini…jadi minder nih hehehehe
Halah.. baru ngeh gue pertanyaan lu kmrn..
Eh pertanyaannya lbh dr 1 blog yah?
Heem.. Satu org boleh kirim bbrp postingan tapi cukup di satu blog saja ya Nang
xixixxixixix…
leleng nai bah
mauliateee
kisah yang mencabik-cabik perasaan
aku begitu larut membacanya
betapa cinta terkadang mudah dipatahkan
oleh sebuah rasa yang tak pasti
tetap semangat, lely
salam sukses selalu…
sedj
http://sedjatee.wordpress.com
sukses ya…tapi ceritanya true story or not,soalnya lirih dan perih sih…
semoga menang ya
Oh iya..
Boleh kirim lbh dari satu
Hallo Jum.. ato Ely?
Bingung manggilnya apa hehehe…
TQ partisipasinya di ultah CE yah…
Saya catat untuk dinilai oleh dewan juri..
Salam, EKA
selamat dan sukses
ceritanya bagus banget dengan gaya mbak Lely yang jago nulis sih
salam dari pamekasan madura
duh.. mengiris hati deh bacanya..
Semoga menang, mbak Lel..
yang kelihatannya baik juga belum tentu baik kok.
salam sayank dari Surabaya
waduh ini ceritanya beneran apa karena mau ikutan lomba lel?
semoga menaaaaaaaaaaaaaaaaang
nantikan bolpen FC mu setelah lebaran
akhhhhh, aku menang julllllllllll? gak percayaaaaaaaaaaaa
OMG, jadi aliran rasa cinta terhadap enrico begitu indah….
semoga selalu penuh cinta ya jul….
salam
Saya yakin akan menang Mbak…
iyalah kow menang pas mbaca itu langsung jatuh cinta aku hehehe
pengalaman pribadi ya mbak
kayaknya sih Iya…
ihik ihik ihik
mba Lelyyyyyy hug..hug….
kabarnya baik kan ??????
udah lama juga ne ngak mampir…sukses ya mba moga menang
dalam bgt kata2nya,..
bkin aku tersentuh,….
keikhlasan adalah segalanya
segala asa beban di dada
smoga sakses dah!
salam kunjung yeh ;p
y Betuk iyu Nduk…
bagus ceritanya, cukup hidup dan lanjutkan hidupmu
sabar dan cari yang lain. Ngapain bersakit-sakit. Perpisahan itu tanda bahwa dia bukan untukmu karena Tuhan suah menyiapkan yang pas untukmu.
Apa yang kelihatannya buruk, belum tentu buruk bagimu.
Semoga berjaya kontesnya. Salam sayang selalu.
Ngikut PakDhe, yang keliatan buruk belum tentu buruk, dan cari yang lain.
Sukses buat kontesnya ya Buk
Selamat ikut memeriahkan gelaran acaranya Mbak Eka. Moga suikses
Hmmm, about the other women?
Mbak Jum, cobaan datang bisa dari mana saja, terkadang kita bahkan tidak pernah menduga jika ancaman justru datang dari orang yang paling kita cintai.
Jika demikian adanya, menengadahkan tangan kepada-Nya mungkin bisa sedikit meringankan beban. Semoga.
ikhlas tingkat tinggi,
keren euy !
ah iya, salam kenal
Ah, sedihnya cerita cintamu kak,,, aku jadi ikutan tak berdaya menahan rasa sakitnya, hihihih….
aku yakin bidadari secantik n sebaik kakak akan dipilihkan dengan pangeran yang istimewa pula, semoga segera ya kak..
*aih,,,, merayu,,,* hahahah
sabar n tawakal..
sukses kak..
Oh, teganya itu sahabat hiks…hiks…
Kisah nyatakah? Semoga mbak Lely selalu bahagia jugak yaa….
Mendoakan Mbak Lely…
Mendoakan bahagia
Dan mendoakan menang kontes nulisnya
Salam!!!
@Kang Isro …
Punten kang …
hehehe
Wah ternyata bener …
Kang Isro yang pertama …
kirain sayah …
tiwas terlanjur seneng saya
Andai saja aku bisa hadir dalam setiap desahan nafasmu aku akan berjanji tidak akan membiarkanmu sendiri lagi……
Bukalah pintu hati untuk langitku
agar ku dapat menggiring awan untuk memayungimu mengirimkan kedamaian yang dititipkan barisan merpati dalam paruh nafasku.
Moga menang dalam kontes Ceritaeka
alah bang.. tiap hari kan udah hadirr…
Bila memang ini sebuah kisah nyata, banyak kalimah yang serupa entah laksana dua sisi mata uang, mirip tapi tak sama, sama sedikit beda pembuka tapi tertutup yang tau hanya dewan juri.
Semoga goresan ini mengusik mata hati sang dewan juri
Selamat ya
Salam Takzim dari temannya eka
ramudeng artine mas isro….
kisah nyata..tapi bahagia kok mas… mungkin tahun depan.. doain yaaa
heheeh
HHHmmmm …
Ini pengalaman pribadi bu ?
Yang jelas ini cerita yang menarik
semoga sukses di perhelatan Agustusannya Eka Situmorang
Salam saya
ya begitulah pak…..
sambil senyam senyum.. *nyengir kaya kuda* xixxixixixix
Bukalah pintu hati untuk embunku
agar ku dapat mengukir kesejukan di kelopak-kelopakmu
menceritakan keindahan pagi yang dititipkan mentari
dalam bias cahayaku.
Salam Takzim
Pertamax 10 Liter
cukup mas..??
cukup buat sampai Medan doang