Manis, Kecut atau Gurih

“…..Ada yang panjang, melekuk, atau melingkar diwarnai aneka kesumba. Rasanya manis, kecut atau gurih, tanpa pilihan Dasih menyukai semuanya”……….”……..begitu dimasukkan ke mulut dan menempel di lidah, seakan-akan mencubit menggelikan……”

Itulah salah satu potongan paragraph dari Cerita fiksi karya Nh Dini yang berjudul “TIRAI MENURUN

Bahwa hidup ini adalah rasa…. ya…. rasa…seperti membeli buah dipasar, terkadang terlihat begitu manis dari warna dan aromanya, tetapi rasanya mungkin saja memang manis…. mungkin saja asam.. atau justru manis tetapi kecut….

Luar biasanya……….. seseorang  tetap menikmati bahwa itu adalah gurihhh dan lezat.. meskipun sebenarnya rasanya asam.. ataupun kecut… dia menikmatinya dan bersyukur…..

Ada kalanya kita melihat kehidupan ini manis seperti buah kurma …manis dari luarnya, melihat lingkungan baru yang awalnya terlihat begitu romantis, bahagia.. tetapi setelah bergelut didalamnya, berbagai problema dan konflik membuat kita merasakan bahwa itu lebih pahit dari empedu sekalipun…..

Dan sayangnya…. sering sekali kita tidak mampu menghadapi itu, kita tidak mampu bersyukur dan menikmati itu sebagai satu proses menuju rasa yang lebih manis lagi…….tidak mampu menikmati dan menerima bahwa hidup itu tak selalu manis.. terkadang rasa kecut itu muncul

Seandainya saja rasa manis dan kecut itu dinikmati dengan penerimaan  yang tulus, berbesar hati, siap ditempa dan dibentuk menjadi sesuatu yang nikmat.. alangkah indahnya…..Alangkah gurihnya, sehingga ketika rasa kecut yang lain muncul…. tidak lagi terasa kecut tetapi terasa manis dan gurih…..

Apakah Anda pernah merasakan kehidupan manis yang berubah menjadi kecut dan pahit???

Segurih apa anda menikmatinya…..?

Semanis  atau sekecut apapun rasa yang kita nikmati, mari belajar untuk merasakannya sebagai kehidupan yang gurih yang memberi warna dalam hari-hari ini. Tak perlu menyesalinya.. karena tak pernah ada kata terlambat untuk menjadikannya lebih gurih dan nikmat….

Ingatlah HIDUP MEMANG HARUS BEGINI karena hidup adalah proses yang harus dijalani

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
21 Responses
  1. kayak nano-nano aja. hehehehe
    :)

  2. bintangtimur says:

    Penerimaan yang tulus, itu dia kuncinya :)
    Semua rasa pasti berbeda karena hidup itu kan penuh warna…
    Apa kabar, Jumialely?
    Posting ini lebih memotivasi saya juga untuk menjalani hidup dengan lebih baik dan penuh syukur :)

  3. yang paling enak tentunya , ketika semua rasa ada ya Mbak Lely, ya manis, ya kecut, ya asam, juga gurih :)
    salam

  4. nh18 says:

    Ibarat Masakan …
    Kalau semua manis … nggak enak
    Kalau semua kecut … juga gak enak
    Kalau semua gurih … pun juga kurang sip

    harus bervariasi
    dan itulah Hidup
    Hidup yang lebih ber “rasa”

  5. riFFrizz says:

    Memang inilah yang dinamakan HIDUP

  6. alamendah says:

    Kita bisa mengenali rasa manis lantaran bisa merasai rasa kecut dan pahit. Kombinasi keseluruhan itulah yang membuat hidup tersa gurih.
    Kira2 demikian pemahaman saya

  7. marsudiyanto says:

    Rasa yang paling enak adalah kombinasi rasa…
    Manis saja
    Asin saja
    Gurih saja
    Nggak ada yg enak…

  8. yustha tt says:

    sip mb…
    hidup hrs dijalani dgn syukur
    pahi, manis jika dicampur nikmat rasanya..
    gk percaya? tanya pada pecinta kopi ;)

  9. kyaine says:

    maka sediakan garam untuk mengantisipasi hidup kita kurang asin.
    dan sediakan gula, untuk pemanis rasa kehidupan.
    bagaimana pun menikmati hidup tergantung rasa asin-manis-kecut hati ini :)

  10. Metrotik says:

    Ingatlah HIDUP MEMANG HARUS BEGINI karena hidup adalah proses yang harus dijalani,,,..

    Saya akan ingat itu.
    Makasih banyak.

  11. Prima says:

    nasihat untuk saya sendiri, Thanks mbak Jum… :)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>