Catatan dalam Sepi

Melalui sehari sendiri tanpa teman bicara, bukanlah hal yang mudah untuk di lalui. Mencoba berbaring dan menatap langit-langit kamar, berharap segera terbang di alam mimpi. Itu pun tak mampu bertahan begitu lama. Kesepian itu mencekam, Suara tetesan airpun tidak terdengar, hanya sesekali suara pesawat-pesawat kecil menderu begitu menyakitkan telinga melintas di langit.

Sebuah buku Karya Andrias Harefa menemani kesepian ini, tapi tidak cukup untuk memenangkan pertarungan melawan sepi, sesekali melepaskan sepi ini di depan Laptop dengan koneksi yang begitu lambat, kejenuhan menyelimuti penantian loading yang begitu lama.

Mataku tertuju pada rerumputan dan ilalang disana, terik membuat keengganan untuk berjalan dan melangkah di setapak jalan tanah tanpa aspal. Tidak terlihat sesiapapun yang melintas untuk disapa. Melangkah seribu kali melalui jejak-jejak yang sama menuju ruang yang sama. lalu duduk kembali di depan laptop menghilangkan jenuh dan kesepian.

Matahari telah tenggelam, kini mulai terdengar tetesan-tetesan air yang tertumpah ke dalam bak mandi yang telah mengering sedari siang, alirannya begitu kecil. Aku tahu begitu lama waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya berisi dan penuh. Jenuhkan dia menanti aliran air itu seperti kesepianku ini ???

Malam menyelimuti, teman untuk bersenda gurau dan bercerita belum juga tiba, masih menanti dalam kesepian dan terus bertarung melawannya, karena aku tahu sebentar lagi dia akan tiba untuk menemani kesendirian ini.

Akankah pertarungan kesepian ini akan sama ketika esok pagi telah tiba????

Category: notice  Tags:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
12 Responses
  1. Citrosblog says:

    akan ada berkah di bali semuanya

  2. nia/mama ina says:

    aku bisa ikut merasakan kesepian itu mbak…..rasanya waktu lamaaa sekalii…..tp smoga seiring berjalannya waktu, mbak lely akan terbiasa dengan keadaan ini….

  3. Semoga besok ga sepi lagi :D
    Mbak udah pindah ke Kalimantan ya? :D

  4. muamdisini says:

    dan dalam kesepian itu, dirimu mampu berbuat tulisan ini…
    dalam lemotnya koneksi internet, masih bisa menuliskan sepenggal cerita dan kisah…
    semangat yaah..
    :)

  5. tt says:

    semangat..semangat..!!

  6. marsudiyanto says:

    Kadang “sendiri” lebih berarti…

  7. yayats38 says:

    semakin lama semakin biasa dan akan selalu ada ide untuk mengusir sepi ..**sokbijakdotnet
    Tks

  8. kakaakin says:

    Demikianlah adanya…
    Disana, di sisi lain bumi…
    Semoga takkan lagi sepi, kala buah hati menemani :)

  9. dhe jadi ikut merasakan mbak.. hmm, semoga sepi ini hanya sementara, hanya sebatas proses adaptasi yang akan segera berlalu.. :)

  10. lozz akbar says:

    improvisasi untuk mengusir kesepian dong mbak Lel. Main gitar sambil nyanyi lagi anak-anak.. dijamin deh gak akan sepi lagi

    sabar.. bentar lagi akan ada seseorang kok yang menyambut dengan sebuah senyuman.. ehm..ehm :)

  11. lozz akbar says:

    gelar tikar dulu ah.. :)

  12. yati rachmat says:

    Lely sayang, perasaan kesepian yang sama yang pernah bunda rasakan di tahun 1983. Tapi parahnya bunda tidak bisa mengharapkan sesiapapun yang datang kecuali teman2 kantor. Lumayan untuk mengurangi kesepian. Kalo Lely kan pasti akan datang selalu seseorang yang ditunggu, setiap hari. Jadi laluilah kesepian itu dengan sumringah, hehehehehe……….si bunda bisanya ngajarin doank, hihihii…..miss u.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>