“Panggil Aku Kartini Saja” : Era Modern

Saya pernah Memandang dengan Mata Kartini di sini , dan sebuah Buku yang  masih tertata rapi di perpustakaan mini di kamarku berjudul “Panggil Aku Kartini Saja, Karya Pramoedya Ananta Toer“,

Membuat pengenalan akan seorang Kartini, Pendobrak kebangkitan Wanita yang dahulu dipandang sebagai sosok-sosok yang memiliki fungsi hanyalah sebagai Ibu rumah tangga yang hanya bekerja di dapur, mengurus anak dan melayani suami.

Era sudah berubah, modernisasi telah mengubah hidup dan kehidupan wanita-wanita Indonesia, telah terjamah oleh dunia pendidikan yang tinggi, kebebasan berbicara dan berkarya, menjadi pemimpin dan pengusaha.

Ini Era Modern, “Boleh donk kita wanita-wanita mengikuti perkembangan jaman sejajar dengan pria-pria!”

“Benar..!”  wanita boleh mesejajarkan dirinya dengan pria manapun di dunia ini, Tapi ada satu hal yang tak boleh di lupakan oleh wanita, Bahwa dirinya tetaplah seorang wanita yang tetap akan kembali ke dunianya sebagai wanita yaitu : Dapur, anak dan Suami.

Wanita adalah pejuang, pejuang bagi masa depan keluarganya, pejuang bagi masa depan anak-anaknya dan pejuang bagi masa depan Bangsanya.

Siapa pria tanpa wanita, tapi siapa pula wanita tanpa pria????
Siapa Pemimpin tanpa wanita dan siapa pula wanita tanpa pemimpin ????

 

Wanita Era Modern

Di dapur
Jangan salahkan jika tidak sedikit  wanita yang tidak lagi masuk ke dapur, bahkan lupa bagaimana yang dinamakan Dapur, tidak pernah tahu yang namanya memasak, menyalakan kompor, yang hanya mengerti makan dan mengkonsumsi serta menikmati masakan Pembantu Rumah Tangganya, Suami yang tidak lagi menikmati Lezatnya masakan istrinya, dan kelak anaknya akan mewarisi budaya tidak mengerti memasak.

Kartini Era Modern  harus terus bejuang menjadi wanita sejati, yang mengenal jati dirinya sebagai wanita, siap untuk mengorbankan waktu yang sedikit itu memberi kelazatan di tengah-tengah keluarganya.

Di tengah anak-anak

Tuntutan besar terhadap pendidik dan sekolah, sangat disayangkan, banyak orang tua tidak lagi melihat sekolah sebagai tempat pendidikan, tetapi sebagai tempat penitipan anak, “yang penting saya bisa bekerja dan anak-anak aman”.

Anak-anak adalah Generasi yang akan menentukan masa Depan sebuah bangsa, jika tidak ada anak-anak maka sebuah Bangsa akan berhenti pada usia senja manusianya.

Wanita / Ibu, adalah orang yang berperan besar mempengaruhi budaya, etika, moral, mental dan cara berpikir seorang anak. Keluarga adalah penentu masa depan seorang anak, selain dunia pendidikan formalnya. Ibu adalah Guru yang mendidik seorang anak, selain Ayahnya.

Jika seorang Wanita pergi bekerja saat si anak masih tidur, pulang bekerja setelah si anak tidur, lalu kapan dia melihat saat anaknya menangis, merasa sakit, mengeluh, kesulitan, bahagia, jatuh cinta, atau saja telah terjerumus dalam dunia gelap obat-obatan dan sex bebas. Jangan-jangan Ayah telah berubah fungsi menjadi Kartini di dalam keluarga ?

Wanita Era modern harus berjuang mengorbankan waktu yang sedikit itu untuk mendidik anak-anaknya, walau hanya sekedar berkata “Nak, wajah pemalumu itu menandakan kau sudah mulai jatuh cinta, Boleh kah Ibu tau siapa wanita/pria yang beruntung itu?” Yakinlan Anda akan menjadi wanita paling bahagia karena menjadi Ibu yang baik bagi keluarga.

 

Bersama Si Penopang Hidup

Laki-laki adalah penopang hidup keluarganya, dan sudah seharusnya pria memberi nafkah kepada keluarganya, terkecuali untuk beberapa kondisi yang tak memungkinkan lagi baginya untuk mendapatkan nafkah.

Wanita di era modern cenderung berkarir, bahkan tidak sedikit yang memiliki pendapatan jauh lebih tinggi dari pada suaminya, banyak wanita berpendidikan lebih tinggi dari pasangannya, tapi, Tidak berarti Wanita harus melecehkan pria, pria tetap lah penopang hidup, menghormati seorang suami, menjunjung tinggi harga diri dan martabat suami dan mendukung seorang pria untuk lebih maju adalah tetap menjadi tugas wanita.

Wanita Era modern adalah wanita yang tak akan pernah berhenti berjuang melawan kesombongan dirinya karena lebih dari seorang pria, karena Wanita adalah tiang penyangga yang tetap berada di bawah atap, menyangga keteduhan rumahnya yang beratapkan pria di atasnya.

Wanita dalam Dunia Kecil

Wanita juga tidak  sedikit yang terjerumus dalam dunia kecil, yang sering juga disebut sebagai dunia gelap. Tidak sedikit PSK, penari telanjang, penghibur diskotik, pengguna narkoba, germo dan  alat  penculikan anak  berkedok PRT dan semakin berkembang di era modern.

Mengkaji semua itu, kita tidak bisa menjudge, menilai sepihak apa yang mereka lakukan, mengapa mereka terjebak disana. banyak faktor yang mengakibatkan hal ini. Inikah hasil perjuangan Kartini yang lahir pada tanggal 21 April silam???

 

“Panggil aku kartini Saja” era modern adalah perjuangan menegakkan kembali Etika, moral dan mental  seorang wanita ditengah-tengah kehidupannya, lingkungannya, keluarganya dan Bangsanya.

Wanita adalah Tiang yang menopang atap dalam rumahnya, dan Pria adalah Atap yang melindungi dan meneduhkan keluarganya.

“Panggil Aku Kartini Saja, karena aku masih harus terus  berjuang dan meraih mimpi?

 

Dream, tetap lah bermimpi wahai Kartiniku, Jangan menyerah dan tidak ada kata terlambat untuk belajar dan berjuang meraih Mimpi.

 

 

 

 

 

 

 

 

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
36 Responses
  1. Pakde Cholik says:

    saya mencari buku ini untuk salah satu model gak ketemu je.
    Terus terang saya belum pernah membaca buku tentang Kartini.

    Salam hangat dari Surabaya

  2. achoey says:

    mbak Kartini, eh salah
    mbak Lely keren deh
    Kartini modern

    :)

  3. niQue says:

    kadang aku pun tak begitu setuju melihat para ibu yang mengejar karir jika mengingat berapa banyak anak yang terlantar dan terjerumus, tetapi pada kenyataannya, banyak yang terjerumus itu justru bukan karena ibunya sibuk berkarir, malah ibunya ada di rumah tapi komunikasi merekak tidak jalan, atau bahkan bisa jadi ibunya kurang ilmu dalam mendidik anak.

    Selamat hari Kartini ya Lel :)

  4. Nchie says:

    setuju banget Mbae..
    di jman sekarang banyak wanita-wanita yang modern dengan karir yang tinggi2 pula..
    tapi..
    setinggi-tingginya wanita karir,tetep jangan sampai melupakan kodratnya..

  5. Harry says:

    happy ‘Ibu Kartini’ Annyversary

  6. Sugeng says:

    Semoga semakin banyak kartini-kartini era modern sadar dengan kodrat diri sebagai wanita yang sesungguhnya. Tidak lebih tidak kurang. Selamat hari kartini mbak, semoga bia menwujudkan mimpi itu menjadi kenyataan ;)

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  7. thopo says:

    blom sempet baca bukunya :( (

  8. UMY says:

    selamat hari kartini >.<

  9. Ikkyu_san says:

    Alangkah baiknya
    Kartini yang superwoman itu
    bersanding dengan
    Kartono yang superman
    sehingga anak-anaknya
    akan menjadi superboy dan supergirl.

    Selamat hari kartini
    wanita Indonesia
    termasuk wuperwoman yang punya blog ini

    EM

  10. Pamhhil aku Hani aja Kak… :P

    Apa kabar kakakku sayang??

    Adikmu ini percaya engkau adalah potret Kartini di era sekarang, pinter, berprestasi dan di dapurpun jago….

    ;)

    #peluksayang

  11. lozz akbar says:

    oke mulai sekarang saya akan panggil sampean Kartini…

    jaya wanita Indonesia…!!!

  12. yustha tt says:

    Selamat hari Kartini mb Lely…
    Yup, kartini modern bukan hanya yg berpendidikan atau berkarir tinggi, tapi juga yang bisa & mau nelakukan pekerjaan sesuai kodratnya sebagai wanita…

  13. Lidya says:

    selamat hari kartini mbak, bukunya sudah ketemu kah?

  14. tunsa says:

    hari ini banyak sekali yg menulis ttg kartini.

    Mekipun di dapur, itu juga berjuang….
    smoga wanita Indonesia bisa memahami dirinya sebagai wanita dan tidak kelewat batas kodratnya..
    Kamuliaan wanita sangatlah besar walau di rumah saja..

    salam

  15. Iksa says:

    Aku juga masuk dapur Mbak Lely ..

    Banyak memang yang perlu diperjuangkan untuk kemanusiaan

  16. Erwin says:

    wanita berhak mensejajarkan dengan pria asalkan tidak lupa dengan kogdratnya. :)

  17. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Terenyuh membaca karangan ananta toer lewat polesan sosok pembela kaum perempuan dengan melepas atribut priyayinya. Adakah sosok kartini di era modern, setelah berada pada kedudukan sekelas kartini mereka semakin angkuh dan bergaya melebihi pria. Semoga tulisan karya Pramudya inii dibaca dengan pelan dan khikmad
    Terima kasih mbak Lely atas polesannya
    Salam Takzim Batavusqu

  18. Mbak Lely utkku adalah Kartini masa kini yang sangat mengagumkan dengan segala kasih sayang pd murid2, juga seorang blogger yang energik dan smart.
    aku bangga mengenal Mbak Lely
    Love u always….
    (peluk2)
    salam

  19. Masdab says:

    kartini jaman sekarang demen update status..
    ^_^

  20. pututik says:

    inspirasi yang hampir sama saya dapat dari buku-buku masa lampau di perpustakaan rumah kami di surakarta. ejaan masih lampau, tersirat tulisan mereka sangat kuat dengan semangat.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>