Ketika sang waktu Membawaku
Menjejakkan kaki dalam hari
Sesuatu terus bergema
Dalam pikiran dan Hati
Terkadang seperti pohon kayu yang kering
Haus dan Meringis
Terkadang seperti sungai yang meluap
Menerjang Tanpa arah
Apakah harus kesini atau kesana?
Apakah harus begini atau begitu?
Seperti rumpun mawar yang kuncup mengembang
Wangi semerbak kemudian berguguran
Gemuruh waktu bergelora dalam dada
Bergemuruh tenang dan berjalan tanpa beban
Bergemuruh Hebat bertarung antara hati pikiran dan kemauan



salam jumpa & kenal….
salam kenal mbak…cemmen t dikit aja…
Wow..waktu memang terus berputar tanpa mengenal arah dan tujuan
gemuruh, tangis kelaparan rakyat terdengar indah oleh penguasa yang korup. semoga tak ada lagi
ketika bingung memilih jalan kepada Nya kita berserah..salam kak leli
Salam Takzim
Mohon izin menyampaikan singgasana kepada sahabat tersayang, silahkan dipergunakan untuk dimiliki
Salam Takzim Batavusqu
[...] Mbak Lely [...]
Saat ada perdebatan kecil di chattered boox dalam diri kita, hanya berkiblat pada-Nya adalah hal yang bijaksana
Salam sayang selalu kakakku…..
ketika waktu bergemuruh hebat
membawa anganku terbang
aku pergi ikuti langkah
tanpa tau tujuan
melongo aja deh kalau soal puisi
idem! selalu ada kekaguman setiap membaca sebuah puisi, bisa merasakan indahnya namun sulit mengungkapkannya, apalagi ikut menuliskannya. Salut untuk yang dianugerahi kemampuan menulis puisi, termasuk mbak Jum.
ajarin bikin puisi indah dong mba,
salam hangat, bangauputih ^_^
mbak jum jago nulis puisi juga yahh….asyik yach kalo punya bakat menulis seperti mbak jum…menulis udah seperti bernafas aja…..kalo aku ahrus semedi dulu 40 hari 40 malam utk cari ide hihihi…..
Jalan2, Baca2 lalu ketemu Gemuruh Waktu…