Tag-Archive for » abdul cholik «

Cermin Berhikmah

Setiap hari di Sekolahku…..

“wass..wuss..wess..wosss.” terdengar suara orang-orang berbisik setiap kali aku melewati jalan menuju ruang kelasku. Kepalaku tertunduk dan sesekali kuberikan senyuman kepada mereka yang memandangku aneh dan sedikit sinis.

“fuihhhh..” ada yang meludah tepat di ujung sepatuku yang warnanya tak lagi hitam, tetapi sudah abu-abu kusam termakan oleh waktu, dan kubersihkan dengan sisa potongan kertas yang kugenggam sejak dari gerbang sekolah. Sampah yang mungkin dibuang tidak sengaja oleh salah seorang murid.

“hey… Lihat perempuan gundul itu sudah datang !.. Ha…ha…ha..ha..ha…..” gerai tawa anak-anak berseragam abu-abu menyambutku di pintu kelas.

“sudah gundul..sepatunya butut…kesekolah aja jalan kaki..! ha..ha…ha..ha” celotehan dan gelak tawa mereka semakin riuh tak karuan berputar bergantian di sekelilingku. more…

Cintai Aku Apa Adanya

Kehangatan dan cintamu terasa semakin menyelimuti dalam relung hatiku. Tak pernah sekalipun lembut tanganmu lepas membelai rambutku. Rambut panjang yang kau katakan indah.

“Aku mencintaimu..Selamanya” kata indah yang sering terucap dari bibirmu dan ciuman lembut mendarat di kepalaku. more…

Prasangka

“ada baterai BL-5C mas..?” Reysia memandang lembut pria muda hitam manis yang menggunakan jacket coklat pemilik toko ponsel Rama, sembari sesekali matanya mengamati accesories HP yang terpajang disana.

“Mau yang harga berapa mbak, ada yang 25.000, 35.000 atau 80.000 ” Sambil meraih beberapa baterai kecil berwarna Hitam abu-abu, yang masih terbungkus oleh kertas dan plastik. Wajahnya biasa aja, tanpa ada senyuman disudut bibirnya.

“30.000 boleh ya mas…” masih dengan suara  dan pandangan lembut.

“Atau .. yang 80.000 itu 70.000 ya mas..” Kali ini Reysia melakukan penawaran harga terhadap baterai yang dikatakan pemilik toko adalah original.

“gak usah senyum-senyum deh…” dengan nada keras dan sedikit ditekan, “kalau mau beli.. ya beli aja….atau cuma mau nanya-nya aja ya…” pandangan matanya sedikit tajam, raut wajah manisnya terlihat sedikit mengeras, dan tidak menunjukkan sedikitpun keramahan.

“Jangan dikira dengan senyum-senyum gitu  saya mau kurangi  harga….” nadanya sinis sekali more…