Tag-Archive for » angin «

Bersama Angin

Matahari sudah tertidur pulas

Angin masih berlari menerjang wajah gadis berkacamata

Helai rambutnya kian berantakan

Sudut jemari menatanya perlahan

Angin tak perduli masih saja terus menerjang

Gadis berkacamata Menunduk menghindar

Air mengalir disudut matanya

Perih tersentuh Angin malam

Debu melekat di lubang kecil lembut wajahnya

Disapu lembut telapak tangannya

Bersama Angin terus bergumul

Bertarung bersama gadis berkacamata

 

 

 

 

Selubung Senja

Antara gelap dan terang
Selubung senja menyapa
Kilat bersambut menyapa langit
Bulan datang terlalu siang
Dengan wajah yang lebih pucat

Angin lebih dingin dari biasanya
Menghujam keras menyusup ke dalam jantung
Biru langit bercambur kelam
Kilat menari-nari tak perdulikan pucat warna rembulan
Meski selubung senja tak lagi memerah

Selubung senja perlahan mundur
Bulan tak lagi sepucat tadi
Gelap menggantikan senja diantara suara burung hantu
Angin semakin ngilu menusuk ke dalam tulang
Suara riuh saling bersahutan
katak-katak bernyanyi tak perdulikan langkah kaki

Selubung senja terganti oleh malam
Dingin tertawa bersama suara malam
Rembulan bersinar terang
Kilat pun enggan untuk saling menyapa
Langit menjadi biru meski kelam
Selubung senja menyingkir menepi

Angin dan Mentari

Angin Berhembus Entah Kemana, Tak berhenti Menemani Langkahmu

Mentari Bersinar Entah Dimana, Tak berhenti Menerangi Gelapmu

Angin Membelai tanpa wujud, Tak berhenti memberimu kesejukan

Mentari Menyapa di pagi hari, Tak Berhenti Memberimu kehangatan

Pelukan Angin Membuatmu tersenyum

Dekapan Mentari Membuatmu Bahagia

60 Tahun Angin dan Mentari tak Jenuh Mengiring Langkahmu

Dan Mereka Masih tersenyum Untukmu

Kemarin, Hari Ini dan Esok

Tak perduli kala itu kau masih begitu Mungil

Tak perduli Saat Ini kau sudah tak lagi muda

Mereka Masih Tetap Mendekapmu

Dalam Kesejukan dan Kehangatan

Happy Birthday Pakde Cholik