Tag-Archive for » cermin berhikmah «

Cermin Berhikmah

Setiap hari di Sekolahku…..

“wass..wuss..wess..wosss.” terdengar suara orang-orang berbisik setiap kali aku melewati jalan menuju ruang kelasku. Kepalaku tertunduk dan sesekali kuberikan senyuman kepada mereka yang memandangku aneh dan sedikit sinis.

“fuihhhh..” ada yang meludah tepat di ujung sepatuku yang warnanya tak lagi hitam, tetapi sudah abu-abu kusam termakan oleh waktu, dan kubersihkan dengan sisa potongan kertas yang kugenggam sejak dari gerbang sekolah. Sampah yang mungkin dibuang tidak sengaja oleh salah seorang murid.

“hey… Lihat perempuan gundul itu sudah datang !.. Ha…ha…ha..ha..ha…..” gerai tawa anak-anak berseragam abu-abu menyambutku di pintu kelas.

“sudah gundul..sepatunya butut…kesekolah aja jalan kaki..! ha..ha…ha..ha” celotehan dan gelak tawa mereka semakin riuh tak karuan berputar bergantian di sekelilingku. more…

Dunia Maya

Pria jujur mencari wanita jujur, itulah status di situs mencari jodoh yang tanpa sengaja dibuka avril ketika sedang menjelajah di dunia maya.

“Hai, aku avril, kebetulan tadi melihat status kamu di situs itu, senang berkenalan…” Send message pun diklik dengan pasti, sembari meninggalkan nomor HP nya.

“Kamu wanita jujur ngga…??” sebuah sms masuk, disambung dengan komunikasi melalui telepon.

Kali ini avril menceritakan semua masa lalunya kepada laki-laki yang bernama Reynal, bahwa dia pernah berhubungan dengan seorang pria dan pria itu telah memperkosanya, more…

Sinar Dibalik Jendela

Di sudut sebuah ruangan gelap di bawah jendela yang terkunci rapat, tidak ada udara segar yang terasa menyelinap melalui hidung, hanya cahaya matahari memaksa masuk melalui lubang-lubang kecil di jendela. Mbah Narti, nama wanita tua berusia 80 tahun itu masih duduk menyandarkan kepalanya di kursi goyang tua yang warnanya mulai kusam dan usianya pun tidak jauh berbeda dengan usia mbah narti.

Matanya menerawang jauh mengingat kembali masa-masa itu.

Buk,  ya gak apa apa lah kalau kita angkat anak, itu juga anugerah tho buk.” Pak Tarjo Mengusulkan ide itu kepadanya, dengan wajah penuh harap, bahwa kali ini Narti istrinya akan mau mengangkat anak,  setelah 14 tahun pernikahan mereka tanpa ada tangisan bayi, apalagi canda tawa anak-ana di rumah, rasanya begitu sepi.

yo wislah  pak…mungkin ini jalannya Gusti Allah” Wajah Pak Tarjo Begitu bahagia seperti mendapatkan hadiah yang tidak tertara. more…