————————————————————————————————————————————————–
“Aku bisa melihatmu duduk diantara bintang, bersinar indah menarikku ke dalam kilau cahayamu..!” (jumialely)
————————————————————————————————————————————————–
“yeeerrrrrrrrryyyyyyyyy”
“Bangunnnnnnnnn…….”
“Zen membuka sedikit matanya, tak perduli dengan teriakan di depan kamar adiknya Yery. “huffff” dimonyongkannya bibirnya panjang mengeluarkan nafasnya yang masih berbau tak sedap.
“Yerrrrrrrrrrrr”
“duarrr…duar…..”.. “yerrrrrryyyyyyyyyyy”
“brakkkk” pintu di dobrak
“Toloooooonggggggggg”
Secepat kilat Zen melompat kearah suara itu, Seprei berwarna putih bercampur darah yang mengalir sampai kelantai yang tak lagi merah terpampang di depan matanya.
“Yerryyyyy……”
“mamaaaaaa..” Zen mendekap mamanya yang memeluk tubuh yerry
Hanya jeritan minta tolong dari mama, papa dan tangisan Zen yang bergema silih berganti, sampai ruangan itu ramai dan suara sirena ambulan membawa mereka pergi ke rumah sakit.
“Yerr….Andai loe tau…” Zen bergumam dan menghela nafas panjang. Matanya lekat menatap kilauan di langit yang hitam.
“gue menyesal yer.. banget..!
“Seandainya gue nggak egois…”
“gak mentingin kesenangan gue…..”
Zen masih sendiri duduk di taman mungil rumahnya, berbicara kepada langit dan bayangan Yerry, mengingat Malam sebelum dia mati dengan menyayat nadi di kedua tangannya.
“Kak..Yerry butuh kakak sekarang, datang ya, yerry mau cerita..” itulah isi sms yang diterima Zen dari adik satu-satunya yang dia miliki.
“Yer, sorry banget, kakak mau karaokean sama temen neh..!” Balas Zen
“Please kak, sekali ini, Yerry udah ga tahan, rasanya mau mati saja” sms yerry memelas pada kakaknya Zen
“Maksa amat sih, besok aja deh, gue mao berangkat neh” Zen sedikit kesal
“Please kak..Please, Yerry Mohon” sms Yerry lagi
“Tar malem deh, ngerepotin aja loe Yer..” balas Zen dan mematikan Ponselnya.
Sampai dirumah Zen langsung tidur, lupa akan janjinya untuk ngobrol bersama Yerry, lupa menyalakan ponselnya dan akhirnya terlelap sampai kejadian pagi itu adiknya meninggal dunia.
Setelah pemakaman Yerry, barulah Zen menyalakan ponselnya, sebuah sms dari Yerry membuatnya menangis.
“Kak, Dea tunanganku, hari ini kutemukan sedang bercinta dengan sahabatku Bram, aku tak sanggup menghadapinya, kakak satu-satunya yang selalu menjadi tempatku mengadu, tapi aku tak sanggup menunggu kakak malam ini. Mungkin ini jalanku kak. Aku akan selalu merindukanmu, aku pergi bersama bintang-bintang malam. Aku akan selalu disana menanti kakak tersenyum untukku”
“Yer… Bodoh sekali aku..” dibacanya kembali SMS dari yerry, penyesalan dan luka menyelubungi seluruh jiwanya.
“Andai saja……..” Zen menangis tersedak membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya, hanya kesesakan yang hadir dalam setiap tetesan air mat.
Dengan kelopak mata yang membengkak, Zen menatap kembali tajam pada langit hitam, dan satu bintang bercahaya berkedip-kedip dengan terang seakan menarik jiwanya kesana.
“Maaf Yer..Maafkan Aku….Aku tahu kau ada disana sekarang diantara bintang”
“Yer…kau adalah Teropong cinta untukku”
“Takkan pernah terulang semua ini, semua keegoisanku”
“aku merindukanmu Yer….” Zen meneteskan kembali air matanya, menghapusnya dan tersenyum kecil seperti amanah yerry untuk selalu tersenyum menatapnya.
“Aku bisa melihatmu duduk diantara bintang, bersinar indah menarikku ke dalam kilau cahayamu..!”
Catatan Penulis :
Cerita diatas hanyalah Fiktif belaka,
Pengalaman adalah teropong cinta untuk menjadikan hidup lebih baik
Nilai Moral :
Jangan menunda untuk mendengarkan Keluhan seseorang sebelum terlambat dan kita menyesal karena tidak sempat menolongnya
Bunuh diri bukan jalan terbaik menyelesaikan persoalan
Tetaplah tersenyum menghadapi gelombang kehidupan meski menyakitkan
————-
Selamat Menyambut Hari CINTA setiap Hari, meskipun sahabat merayakannya secara Khusus di hari Valentine
Postingan akan Berisi tentang CINTA sampai dengan waktu yang telah ditentukan
Aku mencintaimu dan aku mendengarkanmu