Tag-Archive for » deadline 31 Januari 2011 «

Cermin Berhikmah

Setiap hari di Sekolahku…..

“wass..wuss..wess..wosss.” terdengar suara orang-orang berbisik setiap kali aku melewati jalan menuju ruang kelasku. Kepalaku tertunduk dan sesekali kuberikan senyuman kepada mereka yang memandangku aneh dan sedikit sinis.

“fuihhhh..” ada yang meludah tepat di ujung sepatuku yang warnanya tak lagi hitam, tetapi sudah abu-abu kusam termakan oleh waktu, dan kubersihkan dengan sisa potongan kertas yang kugenggam sejak dari gerbang sekolah. Sampah yang mungkin dibuang tidak sengaja oleh salah seorang murid.

“hey… Lihat perempuan gundul itu sudah datang !.. Ha…ha…ha..ha..ha…..” gerai tawa anak-anak berseragam abu-abu menyambutku di pintu kelas.

“sudah gundul..sepatunya butut…kesekolah aja jalan kaki..! ha..ha…ha..ha” celotehan dan gelak tawa mereka semakin riuh tak karuan berputar bergantian di sekelilingku. more…

Cintai Aku Apa Adanya

Kehangatan dan cintamu terasa semakin menyelimuti dalam relung hatiku. Tak pernah sekalipun lembut tanganmu lepas membelai rambutku. Rambut panjang yang kau katakan indah.

“Aku mencintaimu..Selamanya” kata indah yang sering terucap dari bibirmu dan ciuman lembut mendarat di kepalaku. more…

Dua Nyawa

” terserah… terserahmulah….!”

“brakkkkkk…” suara hentakan keras di pintu pastilah mengagetkan semua penghuni rumah kos-kosan.

Pertengkaran kali ini sudah seperti merapi yang akan segera memuntahkan isi perutnya, bukan yang pertama kali terjadi, dan kali ini kesabaranku benar-benar hilang, entah setan apa yang datang berhamburan masuk menembus kepalaku dan bersemayam dalam pikiran ini.

Dan semua berawal dari keterlambatanku karena sesuatu hal yang belum sempat aku jelaskan kepadanya.

“Udah jam berapa ini….!”

“Aku minta jemput jam 3 bukan jam 5, kalau gak bisa tepat janji.. lebih baik kita putus…” lebih dari 30 kali aku sudah mendengar kata putus putus dan putus, dan tembok kesabaranku telah hancur.

“baik…aku terima… silahkan sesuka hatimu…” mataku melotot dan jariku mulai menunjuk-nunjuk ke wajahnya, aku tak perduli lagi dengan perasaanku dan perasaanya.

“dasar perempuan egois….keras kepala.. tak punya perasaan… more…