Tag-Archive for » Kontes «

Kebangkitan Nasional itu “KECIL”

Ketika 20 Mei telah tiba, Indonesia sebagai Negara yang besar, beramai-ramai memperingatinya sebagai Hari Kebangkitan Nasional, Kebangkitan yang “KECIL”, hanya bertindak dengan tindakan yang “KECIL”, yang terlihat efek-efek yang “KECIL” bahkan melalui bibir yang terlihat begitu “KECIL”.

Dan memang butuh waktu yang sebentar untuk membuat Bangsa ini jatuh dan terpuruk, tetapi butuh waktu yang sangat panjang untuk membuka mata, berdiri, bangkit dan belari pada satu tujuan yang telah lama diimpikan. Waktu yang panjang itu akan terasa singkat jika kita memulai dari sini, dari sebuah semangat dan senyuman. Dari nyaringnya gaung Bhineka Tunggal Ika.

Senyuman “KECIL”  Bhineka Tunggal Ika

Jiwa Nasionalisme itu tidak tumbuh begitu saja ketika kita duduk di Bangku Sekolah atau ketika bertekad menjadi seorang Politikus. tetapi itu lahir dari sebuah keluarga dan lingkungan dimana kaki kita berpijak. Dari tubuh-tubuh KECIL yang dididik untuk saling merangkul dan berbagi keceriaan.

Ketika saya harus mengikuti suami di Bumi INTIMUNG -Malinau-KalTim, Maka Makna Bhineka Tunggal Ika itu Semakin Bermakna, Rasa Nasionalisme itu semakin Kental, Meski INTIMUNG bukan Kota yang besar, tapi Rasa Nasionalisme itu begitu besar, karena kehadiran tubuh-tubuh KECIL itu.

Mereka adalah Risma (Si kecil dari Suku Bugis-Sulawesi), Mala (Putri Bima NTB), Andhika (Putra Tidung Asli Malinau), Rahmat (Putra Jawa), Jika Si-KECIL ini tidak ditanamkan Rasa Kebersamaan dan Kesatuan, maka senyuman itu tidak akan pernah ada. Kegembiraan itu akan hilang.

Bangkitnya Bangsa ini adalah Bagaimana Sebuah Keluarga Membina dan Mendidik anak-anak semenjak dini mengerti arti kebersamaan berbagi dan menghargai.  Menanamkan Moral dan Mental yang baik akan menciptakan Generasi Muda yang Layak untuk menjaga Stabilitas dan rasa memiliki. Yang mengerti akan pentingnya menjaga martabat sebuah Bangsa, yang tidak akan menyia-nyiakan masa depan mereka untuk hal-hal yang tidak berarti.

Senyuman anak-anak itu memang terlihat KECIL, Bahkan Kebangkitan Nasional itu juga telihat “KECIL” dan tidak nyata dari tindakan dan keceriaan mereka tetapi bermakna sangat besar bagi masa depan Bangsa Ini, Bangsa yang membutuhkan GAUNG Bhineka Tunggal Ika, yang lupa untuk saling melempar batu ketika berbeda pendapat, lupa untuk merusak aset negara ketika keinginannya tidak terpenuhi seluruhnya.

Bayangkan jika tubuh-tubuh kecil itu  kita didik untuk saling menghina semenjak dini, maka keterpurukan dan kejatuhanlah yang akan diterima Bangsa yang besar ini.

Kebangkitan Nasional dari wajah-wajah KECIL itu memang Hampir tidak Nyata, tapi Kami bisa tertawa bersama dalam segala keberbedaan, Karena Tubuh-tubuh kecil itu ternyata menceriakan hari-hari saya, ketika mereka datang hanya sekedar berteriak, melompat, tertawa atau menyantap apa saja yang ada di rumah mungil ini.

Inilah Bangsa yang sebenarnya. Bangsa yang mendidik Generasinya untuk selalu menciptakan kebahagiaan, kedamaian dan semangat. Karena tidak ada kata terlambat untuk Bangkit dan berjuang Meraih mimpi Bangsa ini. Kita memang terpuruk dalam banyak hal, tetapi kita bisa bangkit menjadi lebih besar dengan Menciptakan Generasi Muda yang Memaknai Rasa cinta dalam keberbedaan. Kebangkitan Nasional itu “KECIL”, tapi makna dan Pengaruhnya sangat BESAR.

 

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan  Indonesia Bangkit di BlogCamp

 

 

 

Paypal Cara termudah belanja online Sampai ke Pelosok

Beli Paypal  untuk Belanja Mudah Sampai ke Pelosok, bukan sebuah hayalan ataupun basa basi, bukan pula iming-iming menarik tanpa kebenaran. Meskipun saya tinggal di pelosok yang jauh dari jangkauan transportasi, dipinggiran pantai dan diperbatasan sebuah Negara, tetapi belanja secara online menjadi solusi terbaik yang pernah ada, mengingat untuk sampai kekota butuh waktu yang cukup lama, bahkan berhari melalui jalan darat.

Teknologi sudah menguasai Bumi, bahkan sampai ke pelosok-pelosok sekalipun, Internet bukan lagi sesuatu yang aneh maupun langka, bahkan teknologi sudah tidak mengenal usia tua atau muda.

Dunia jual belipun ikut berkembang  mengikuti teknologi, Internet bukan lagi hanya untuk chating, berkirim email, atau menuliskan sebuah artikel, tetapi sudah menjadi sebuah pasar online, pasar yang menyajikan segala bentuk kebutuhan primer, sekunder maupun tertier. Kebutuhan yang  objeknya terlihat nyata maupun objeknya tidak terlihat.

Ingin menjadi Pengusaha yang efektif dan efisien, more…

For My Beloved Teacher JK Sitanggang

Dear my beloved Teacher Mr. Sitanggang

 

Pak, beberapa hari lalu saya menerima sebuah sms yang isinya “ Mohon Doa untuk Bapak Sitanggang, Guru SMA kita dulu, karena akan melakukan operasi tumor otak di Penang”. SMS itu membuat saya hampir menangis, membayangkan apa yang sedang Bapak hadapi. Bahkan dalam doa, saya menangis memohon kepada Tuhan untuk kesembuhan Bapak.

Keesokan harinya saya menerima sebuah SMS lagi yang isinya “Mohon doa untuk kesembuhan pak sitanggang karena kondisinya sedang kritis”. Saya terus berdoa agar Bapak tetap kuat untuk bertahan hidup demi anak-anak Bangsa yang masih membutuhkan Bapak.

 

Tidak pernah saya lupakan apa yang saya rasakan 17 tahun yang lalu, pertama sekali saya memasuki bangku SMA, Bapak yang yang selalu memasuki kelas dengan senyuman, ya.., senyuman itu tidak pernah saya lupakan sampai sekarang. Sikap Guru yang membuat saya begitu bersemangat belajar bahasa Inggris. Selalu memberi Nasihat Postif dan menjadi sahabat. Bahkan saya tidak pernah lupa, sampai saya duduk di kelas 3 SMA, perhatian Bapak begitu besar kepada saya,  melihat Bapak dari kejauhan saja, sudah membuat saya merasa bahagia, bagaimana tidak pak, pujian yang bapak berikan untuk tugas-tugas saya,bahkan tidak pernah luput dari kegiatan reading, translate, Writing, itu suatu rasa yang luar biasa bagi saya, Pak. Saya tidak pernah bisa melupakan semua itu. Meskipun saya tidak mampu berbahasa Inggris semahir Bapak, setidaknya saya menyukai pelajaran itu sampai detik ini.

 

Bapak tahu persis saya akhirnya menjadi seorang  pengajar, metode yang Bapak gunakan benar-benar efektif, bahwa mendidik bukan dengan galah, tetapi dengan contoh dan kesabaran. Contoh yang ingin saya tunjukkan bagi anak-anak Negeri

Pak  Sitanggang yang sangat saya kagumi, Hari itu tanggal 4 November  2011, saya menerima sebuah SMS lagi , “Bapak Sitanggang telah meninggal dunia, dan mungkin malam ini jenazahnya baru akan sampai di Medan”. Apa yang saya rasakan sama sakitnya ketika saya kehilangan ibunda saya. Hari itu,  seandainya Bapak masih ingat, Bapak adalah salah satu guru yang benar-benar mendukung saya ketika Ibu saya meninggal dunia. Bapak pernah katakan kepada saya “Dengan mempertahankan prestasimu, Ibumu Bangga melihat dari Surga”.  Saat  menulis surat inipun, saya masih menangis untuk semuanya. Saya sungguh kehilangan anda, orang yang saya kagumi, guru yang saya cintai.  Bukankah beberapa minggu lalu Bapak masih mengatakan ingin diundang dalam acara Alumni angkatan kami, angkatan yang tetap mempertahankan kepedulian satu sama lain, angkatan yang hampir semuanya masih Bapak ingat satu persatu.  Ternyata semua tidak sempat terwujud Pak, semua hanya menjadi bagian dari kerinduan kami kepada  anda.

 

Pak, Kepiluan anak-anak yang anda tinggalkan mengiring kepergian anda dengan penuh ketabahan, kesabaran, meskipun air mata tidak berhenti mengalir. hujan pun ikut menangis dengan derasnya, ikut menjerit tanda ketidakrelaannya, atas kepergian yang begitu cepat. Anda yang menyisakan kenangan dan semangat bagi generasi kami, generasi yang masih harus banyak belajar. Seandainya Bapak bisa melihat sekeliling, maka wanita yang begitu tegar mendampingi anda selama ini sangat kehilangan, tapi kami tahu, kita semua tahu, bahwa bapak tidak lagi merasakan sakit itu, sakit yang menggerogoti kepala Bapak, Tumor stadium 4 yang menjadi jalan bagi Bapak untuk menuju tempat yang tenang dan damai. Melihat kami dengan senyuman.

Pak, memang dunia tidak memberi anda apa-apa sebagai tanda bahwa anda adalah seorang pejuang, bahwa anda adalah pahlawan, tapi kami anak-anak yang pernah anda didik, dan yang masih rindu akan didikan anda memberikan penghargaan tertinggi kepada anda, Sebuah Semangat untuk terus belajar, semangat untuk tidak menyerah demi kemajuan negeri ini.

Pak saya tidak akan seperti ini tanpa anda, bahkan saya tidak akan pernah sampai ditempat ini jika saja anda tidak mendidik saya seperti masa 17 tahun yang lalu. Anda PAHLAWAN saya, PAHLAWAN Generasi Indonesia, PAHLAWAN Calon-calon pemimpin di masa mendatang. Terima kasih pak, karena sampai akhir sisa hidup, bahkan menuju detik-detik kematian, anda masih mengingat anak-anak yang akan anda tinggalkan di Sekolah itu. Andalah contoh PAHLAWAN TANPA TANDA JASA, yang selalu tegar, tersenyum dan bersemangat meski penyakit itu menggerogoti.

Selamat Jalan Bapak J.K Sitanggang, jasa dan ilmu yg bapak ajarkan adalah andil yg membuat kami bisa maju seperti sekarang. SELAMAT JALAN GURUKU TERCINTA..!!,  Semangat itu akan kami tanam dan pancangkan kokoh di dalam kehidupan kami untuk mendidik anak-anak kami kelak seperti anda mendidik putra-putri anda, serta mendidik anak Bangsa ini untuk menjaga martabat Bangsa.

Hari ini 10 November saya kenang anda dengan penuh penghormatan sebagai PAHLAWAN yang sudah mendidik saya.

Inilah surat terakhir saya untuk anda, tapi ini bukan semangat terakhir saya dari anda. Saya letakkan tangan didada menanamkan semangat itu. You will always be my inspiration sir.., Thank you for all of chances that you had given to me, you always supported me to be better than before. I’ll Miss You forever.

10 November 2011

Salam Penuh cinta dari Muridmu

Jumialely

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

==============================

Surat ini ditulis untuk menghormati, mengenang dan mengingat selalu Guru Bahasa Inggris Saya semasa SMA, Bapak JK Sitanggang dan Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh Lozz, Iyha dan Puteri

 

dear-pahlawanku-kontes-banner