for whom a leader? from whom a leader? where a leader?
loud voices challenging opponent, partying, dancing and singing, for the sake of silent’s seats . the street voice whispering sounded throughout the earth, for the sake of food andRp. 20000, but the eyes were closed and pretend to be blind, ears closed and pretended deafness. We are looking for what?
============================================
Pakaian-pakaian bergambarkan calon-calon pemimpin daerah bertebaran dimana-mana, pengemis di jalanan memakai pakain barunya dengan angka-angka berukirkan wajah-wajah calon pemimpin. Di malam hari pemulung mengorek-ngorek tong sampah memakai baju bergambar sang calon pemimpin. Beca-beca dihiasi dengan penutup gambar sang calon penumpang.
Jalanan sudah ditaburi dengan kertas-kertas berwajah sang calon pemimpin, dan kekesalan muncul di wajahku ketika 3 gulungan kertas berisi stiker, kertas dan profil sang calon pemimpin dilempar begitu saja ke dalam beca yang kutumpangi, tepat mengenai HP yang sedang kupegang, *brakkkkkk*, terpelanting di lantai beca, “syukur” tidak berserakan ke jalanan, maka pastilah sudah tak terpakai lagi.
sesekali kudengar ada bisikan entah benar atau tidak, Rp. 20.000 sudah ikut uang makan siang. Biarkan saja hati mereka yang mengerti apa itu. dan sekali juga aku mendengar, kami ditawari Rp. 20000, tapi di kasih makan siang. more…


