Tag-Archive for » puisi «

1 rst Anniversary Jumialely.com

9 April Jumialely.com Dilahirkan, Tapi artikel pertama diterbitkan pada tanggal 14 April, 5 hari setelah kelahirannya, maka diterbitkanlah artikel berjudul Special Thanks yang saya tujukan kepada semua sahabat.

Dan saat ini special thanks masih saya tujukan kepada Sahabat yang pernah singgah dan masih setia menemani saya disaat ini.

You Are Amazing, and I love You Full

Saya bisa berkarya karena sahabat semua dan saya bisa bersemangat karena kehadiran sahabat semua.

Terima Kasih Untuk goresan dan jejak yang pernah ditinggalkan dan masih terus membekas disini, juga di hati saya.

Beginilah Kondisi Jumialely.com sampai hari ini; more…

Bersama Angin

Matahari sudah tertidur pulas

Angin masih berlari menerjang wajah gadis berkacamata

Helai rambutnya kian berantakan

Sudut jemari menatanya perlahan

Angin tak perduli masih saja terus menerjang

Gadis berkacamata Menunduk menghindar

Air mengalir disudut matanya

Perih tersentuh Angin malam

Debu melekat di lubang kecil lembut wajahnya

Disapu lembut telapak tangannya

Bersama Angin terus bergumul

Bertarung bersama gadis berkacamata

 

 

 

 

Memadukan Cinta

Bukan Karena Perbedaan hati

Ijinkan aku terus memadukan cintaku Kepadamu

Tapi,maafkan aku sayang

Inilah Rasa tapi tak berkuasa

Biarkanlah terus cinta kita ada

Karena suatu saat aku tetap ingin memadukan cinta kita

Mungkinkah Kita bertemu?

Hanya untuk Meletakkan Jemariku di ujung rambutmu

Merealisasikan apa yang kurasakan

Hembusan Cinta dalam berbeda

Dan Memadukan cinta meski sejenak

Hanya menyentuh Unjung rambutmu

Ijinkan aku meredam rasa ini sendiri

dan Memadukan cinta ini dalam Imajinasi Kata

Meski sakit dan terluka

atau

Manis tapi tak bersama

Meski sejenak aku masih berharap

Menyentuh Tepi Ujung rambutmu