“dan kami hanya tinggal menantikan tanggal pernikahan ini……..”
—————————————————————————————————————————–
“Honey……..”
“Bersediakah kau menjadi belahan jiwaku…………….?”
Tanpa Basa-Basi, kali ini aku memulai untuk mengucapkan lamaran itu…. dengan jantung yang benar-benar berdebar, menantikan jawaban antara bersedia dan tidak bersedia…….
Beberapa menit aku menanti dalam diam…… entah antara ragu atau sengaja menguji nyaliku…
“Mau Banget……” more…


