Matahari sudah tertidur pulas
Angin masih berlari menerjang wajah gadis berkacamata
Helai rambutnya kian berantakan
Sudut jemari menatanya perlahan
Angin tak perduli masih saja terus menerjang
Gadis berkacamata Menunduk menghindar
Air mengalir disudut matanya
Perih tersentuh Angin malam
Debu melekat di lubang kecil lembut wajahnya
Disapu lembut telapak tangannya
Bersama Angin terus bergumul
Bertarung bersama gadis berkacamata


