Sosok itu berdiri gagah di hadapan ratusan orang-orang intelektual, terpelajar dan terkemuka di Negeri ini.
“Dulu saya hanya penyemir yang tidur di ladang ilalang beratap terpal, beralas ilalang kering“ sosok itu bersuara lantang
“Seorang sahabat membawaku pada sesuatu yang indah, tidak lagi buta pada dunia dan bisu pada kebenaran”
“ ‘Dream : Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan berjuang meraih mimpi’, saya tidak pernah melupakan kalimatnya, yang rela menemaniku menulis di bawah terik matahari, membaca di tengah sampah barbau busuk, Sosok itu bernama Ahmad, Seorang kaya yang berbagi hidupnya demi saya anak jalanan,dan kini menjadi pemimpin Besar” katanya lagi.
“kring” dering telepon membuatku harus meninggalkan pidato di TV itu.
“Ahmad, kau ada sejak aku masih bertelanjang kaki sampai menjadi pemimpin sebesar ini, Penghargaan ini kupersembahkan untukmu” Suara sosok itu terdengar di teleponku dan kulihat air mata haru sosok itu di TV.
Dream, kalimat itu bersemangat dan selalu indah.
——————————————–
Cerita Fiksi berupa Cerpelai (cerita pendek sekali) di atas diikutkan dalam Kuis Cerpelai Persahabatan.



